Zaman modernisasi, pengerajin musik gamelan di Mojokerto masih bertahan sampai saat ini. Bahkan masih menerima pesanan dari berbagai Daerah di Indonesia. Untuk mempertahankan warisan leluhur ini, pengerajin ini mencipatkan generasi penerus pembuatan alat musik tradisional tersebut. Tidak hanya alat musiknya yang tradisional, akan tetapi proses pembuatannya juga masih tradisional. Dari puluhan tahun sampai sekarang, cara pembuatan masih belum mengalami banyak perubahan, padahal moderninsasi telah berkembang pesat.

Samiaji perajin gamelan warga Dusun Sawo, Desa Sawo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur mengaku, menekuni pembuatan alat musik warisan zaman wali songo ini hampir 25 tahun. Gamelan ini di buat dengan berbagai jenis bahan baku. Mulai dari pembuatan gong, dari pelat besi yang berukuran tebal, membuat ukuran besaran gong, mulai tahap awal hingga menjadi gong siap ditabuh. Hal ini dikerjakan dengan tangan, kecuali mengelas. Setelah gong selesai seluruhnya, terakhir dilaras untuk menentukan nada, termasuk pembuatan bonang juga dengan bahan dasar pelat besi.

Dalam waktu tiga bulan baru bisa menyelesaikan satu set alat musik gamelan, dengan harga jual satu set berkisar Rp. 60 juta hingga Rp. 1 miliar sesuai dengan kualitas bahan yang di gunakan. Samiaji bisa membuat seluruh alat musik bonang, penerus, kenong, slentem, demong, saron, peting, gender, gambang. Dengan keahliannya ini, kini Samiaji mendapat banyak pesanan daerah Jawa Timur, Kalimantan, Malaysia, Singapore. (IPPO/ Akhmad Fauzan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *